{"id":1770,"date":"2012-10-19T23:07:35","date_gmt":"2012-10-19T16:07:35","guid":{"rendered":"http:\/\/insanpermata.com\/?p=1770"},"modified":"2012-10-19T23:07:35","modified_gmt":"2012-10-19T16:07:35","slug":"berlapang-dada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/berlapang-dada\/","title":{"rendered":"Berlapang Dada"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Prof Dr Achmad Satori Ismail<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/ikadi.or.id\/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=848&amp;catid=58&amp;Itemid=75\" target=\"_blank\">ikadi.or.id<\/a> &#8211; Kesuksesan seseorang diawali dengan sikap lapang dada menghadapi berbagai tantangan. Orang sempit dada sulit maju karena kekerdilan dan kepicikan jiwa.<\/p>\n<p>Agar sukses dalam membawa misi, Nabi Musa memohon kelapangan dada. Berkata Musa, \u201cYa Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.\u201d (QS Thaha [20]: 25).<\/p>\n<p>Sebelum Rasulullah SAW mengemban tugas risalah, beliau juga dilapangkan dadanya terlebih dahulu. \u201cBukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?\u201d (QS Al-Insyirah [94]: 1).<\/p>\n<p>Walau Nabi SAW sudah dilapangkan dadanya, saat menghadapi hinaan kaum Quraisy, masih merasa kesempitan dada. Allah menegaskan, \u201cDan Kami sungguh-sungguh mengetahui dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan.\u201d (QS Al-Hijr [15]: 97).<\/p>\n<p>Intimidasi kaum Quraisy ini mendesak Rasulullah untuk meminta perlindungan kerabatnya di Thaif. Namun, saat ke Thaif beliau dilempari batu oleh budak-budak yang dikerahkan oleh para tuan mereka. Saking beratnya penderitaan Nabi saat itu, Allah mengutus Malaikat Jibril dan menawarkan diri untuk menyiksa panduduk Thaif.<\/p>\n<p>Namun, Rasul SAW tak ingin melakukan hal itu. Beliau hanya berdoa, \u201cYa Allah berilah petunjuk kaumku karena mereka tidak mengetahui.\u201d<\/p>\n<p>Allah berfirman, \u201cMaka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).\u201d (QS Al-Hijr [15]: 98-99).<\/p>\n<p>Berdasarkan ayat di atas, untuk menghadapi berbagai penyebab kesempitan dada, Allah memberikan petunjuk tiga hal. Pertama, memperbanyak zikrullah, bertasbih dengan memuji Allah. Zikrullah adalah penyebab masuk surga. (QS Ali Imran [3]: 133-134). Zikrullah adalah amalan utama untuk menuju surga dan dengan zikrullah hati menjadi tenang. (QS Ar-Ra\u2019du [13]: 28).<\/p>\n<p>Abdullah bin Bashar RA meriwayatkan, seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, \u201cWahai Rasulullah, sesungguhnya pintu kebajikan sangat banyak dan aku tidak bisa melaksanakan semuanya, maka beritahukan kepadaku suatu amalan yang bisa aku selalu pegang tapi tidak terlalu banyak, nanti aku lupa.\u201d Beliau menjawab, \u201cHendaklah lisanmu selalu dibasahi dengan zikrullah.\u201d (HR Tirmizi).<\/p>\n<p>Kedua, memperbanyak sujud. Dengan banyak sujud berarti kita banyak menunaikan shalat, khususnya yang wajib ditambah dengan nawafil (sunah). Dan ini adalah sebab masuk surga.<\/p>\n<p>Rabi\u2019ah bin Ka\u2019b Al-Aslami berkata, \u201cAku menginap di rumah Rasulullah untuk melayani wudhu dan semua kebutuhannya.\u201d Lalu beliau bersabda, \u201cMintalah (sesuatu) kepadaku!\u201d Aku berkata, \u201cAku memohon agar bisa bersamamu di surga.\u201d Beliau bersabda, \u201cApakah tidak ada yang lain?\u201d Aku menjawab, \u201cItu saja.\u201d Lalu Beliau bersabda, \u201cUntuk itu, bantulah aku dengan memperbanyak sujud.\u201d (HR Muslim dan Abu Daud).<\/p>\n<p>Ketiga, menjadikan semua aktivitas hidup dalam kerangka ibadah kepada Allah. (QS Al-An\u2019am [6]: 162). Kalau kita memiliki etos hidup seperti ini, kita akan merasa nyaman karena senang bersyukur dan susah bersabar, semua akan berpahala.<\/p>\n<p>Sumber: Republika.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Oleh: Prof Dr Achmad Satori Ismail ikadi.or.id &#8211; Kesuksesan seseorang diawali dengan sikap lapang dada menghadapi berbagai tantangan. Orang sempit dada sulit maju karena kekerdilan dan kepicikan jiwa. Agar sukses dalam membawa misi, Nabi Musa <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/berlapang-dada\/\" title=\"Berlapang Dada\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1770","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-tsaqofah-islamiyah","7":"category-uncategorized"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1770"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1770\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}