{"id":1594,"date":"2011-06-07T01:23:33","date_gmt":"2011-06-07T01:23:33","guid":{"rendered":"http:\/\/insanpermata.com\/?p=1594"},"modified":"2011-06-07T01:23:33","modified_gmt":"2011-06-07T01:23:33","slug":"air-mata-rosulullah-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/air-mata-rosulullah-saw\/","title":{"rendered":"AIR MATA ROSULULLAH SAW"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/insanpermata.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/kaligrafi-muhammad-saw1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-1634\" title=\"kaligrafi-muhammad-saw\" src=\"http:\/\/insanpermata.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/kaligrafi-muhammad-saw1-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/a>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221; &#8220;Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,&#8221; tutur Fatimah lembut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. &#8220;Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,&#8221; kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. &#8220;Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?&#8221; Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. &#8220;Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,&#8221; kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Engkau tidak senang mendengar khabar ini?&#8221; Tanya Jibril lagi. &#8220;Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?&#8221; &#8220;Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: &#8216;Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,&#8221; kata Jibril.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. &#8220;Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. &#8220;Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?&#8221; Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,&#8221; kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. &#8220;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. &#8220;Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum &#8211;peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. &#8220;Ummatii, ummatii, ummatiii?&#8221; &#8211; &#8220;Umatku, umatku, umatku&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim &#8216;alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/air-mata-rosulullah-saw\/\" title=\"AIR MATA ROSULULLAH SAW\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1594","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-uncategorized"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1594\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}