{"id":1265,"date":"2011-02-22T13:39:34","date_gmt":"2011-02-22T06:39:34","guid":{"rendered":"http:\/\/insanpermata.com\/?p=1265"},"modified":"2011-02-22T13:39:34","modified_gmt":"2011-02-22T06:39:34","slug":"tukang-cukur-dan-pelanggannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/tukang-cukur-dan-pelanggannya\/","title":{"rendered":"Tukang Cukur dan Pelanggannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.islamedia.web.id\/2011\/02\/tukang-cukur-dan-pelanggannya.html\"><strong><strong><\/strong><\/strong><\/a><strong><strong><a href=\"http:\/\/insanpermata.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/sujud-shalat-di-masjid.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-1266\" title=\"sujud-shalat-di-masjid\" src=\"http:\/\/insanpermata.com\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/sujud-shalat-di-masjid.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a><\/strong>Islam<\/strong><strong>edia.web.id<\/strong> &#8211; Pada sebuah kios tukang cukur  terjadilah dialog yang cukup menarik antara tukang cukur dengan  pelanggannya.<br \/>\nMelihat pelanggannya yang diam saja, si tukang cukurpun membuka obrolan.<br \/>\n&#8220;Pak, apakah bapak percaya, kalo di dunia ini ada Tuhan?<br \/>\n&#8220;Oh tentu saja, saya percaya kalo di dunia ini ada Tuhan&#8221;<br \/>\n&#8220;Kalo saya ga percaya pak, ada Tuhan di dunia ini&#8221;<br \/>\n&#8220;Lho, kenapa?&#8221;<br \/>\n&#8220;Kalo di dunia ini  ada Tuhan, seharusnya ga ada tuh orang yang sengsara, ga akan ada orang  yang melarat dan menderita, dan ga mungkin ada orang yang miskin dan  kesusahan&#8221;!<br \/>\n<!--more-->tukang cukur itu  menyampaikan argumennya dengan penuh semangat. si pelanggan itu terdiam,  berfikir dalam menemukan jawaban dari argumen tukang cukur itu. jujur  ia bingung bagaimana menjawab argumen tukang cukur itu. 5 sampai 10  menit berlalu ia tak juga menemukan jawabannya. sampai cukur rambutnya  selesai, ia pun tak juga mendapatkan jawaban yang tepat atas argument  tukang cukur itu.<\/p>\n<p>pelanggan itupun  bergegas pergi, setelah meyelesaikan pembayaran atas jasa cukurnya, ia  segera melangkah untuk keluar dari kios kecil tukang cukur itu. disaat  ia membuka pintu kios itu, tak sengaja ia melihat orang gila yang  berpenampilan tidak karuan. pakaiannya kotor dekil of the kumel, rambutnya  panjang berantakan tak karuan. ternyata itulah jawaban yang Allah  berikan kepadanya atas argumen tukang cukur tadi. seketika ia pun  mendapat jawaban yang sangat ia harapkan.yups..<\/p>\n<p>bergegas si pelanggan itupun kembali balik arah menemui tukang cukur itu.<\/p>\n<p>&#8220;pak, menurut saya, yang ga ada di dunia ini bukan tuhan, tapi tukang cukur!!&#8221;<br \/>\n&#8220;lho, ko bisa, apakah bapak sudah lupa, kalo bapak baru saja saya cukur?&#8221;<br \/>\n&#8220;pak, kalo di dunia  ini ada tukang cukur, seharusnya ga ada tuh orang gila diluar sana yang  rambutnya panjang berantakan gak karuan!&#8221;<br \/>\n&#8220;lho itu bukan  salah saya pak, kenapa orang gila itu ga datang ke tempat saya, coba  kalo dia datang ke tempat saya, pasti saya cukur tuh rambutnya sampai  rapih!&#8221;<br \/>\n&#8220;nah itu dia jawabannya pak&#8221;<br \/>\n&#8220;jawaban apa?&#8221;<br \/>\n&#8220;gini pak, di dunia  ini bukannya ga ada Tuhan, tapi manusia nya aja yang ga mau dateng ke  hadapan Tuhan, manusianya yang ga mau minta dengan tulus ke Tuhan, coba  ketuk pintu rahman dan rahimnya Tuhan, pasti dibukain deh, dan apa yang  diminta pasti dikabulin, seperti orang gila itu aja pak, kalo dia ga mau  dateng ke kios bapak, selamanya dia akan berantakan. jadi jangan  salahin Tuhan kalo di dunia ini banyak orang sengsara. salahin  manusianya yang ga mau pada dateng ke hadapan tuhan.&#8221;<\/p>\n<p>apa hikmah kisah  diatas? tentu lautan hikmah akan kita dapatkan dari kisah diatas.  terkadang karena sebuah ujian dari-Nya, kita acap kali menyalahkan Allah  SWT. terkadang terucap &#8220;Allah ga adil&#8221; terkadang kita merasa manusia  paling menderita sedunia. sudahkah kita bermuhasabah selama ini? apakah  kualitas hubungan kita dengan-Nya selama ini baik-baik saja atau kah  bermasalah? sudahkah kita ketuk pintu Rahman dan Rahim-Nya selama ini?  sudahkah kita tidak membuat-Nya &#8220;cemburu&#8221;.<\/p>\n<p>ikhwah fillah&#8230;<br \/>\nkaya miskin adalah  ujian hidup. bersyukur dan bersabar adalah jawabnya. dan memperbanyak  istighfar adalah salah satu cara yang Allah anjurkan kepada  hamba-hamba-Nya untuk memperbaiki kualitas hidup.<\/p>\n<p>Dan  hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat   kepadaNya.  (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan   memberi  kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada   waktu yang  telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang   yang  mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling,   maka  sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat\u201d. [QS. Hud :   3]<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Pada  ayat yang mulia di atas, terdapat janji-janji dari Allah Yang    Mahakuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yang baik kepada orang    yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>\u201cArtinya  : Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus  menerus)   kepadamu\u201d. Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas  Radhiyallahu   \u2018anhuma adalah. \u2018Ia akan menganugrahi rizki dan kelapangan  kepada   kalian\u2019. [Zaadul Masiir, 4\/75]<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>\u201dInilah  buah   istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan  kepada   kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan  kemakmuran   hidup serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang  dilakukanNya   terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian\u201d.  [Tafsir   Al-Qurthubi, 9\/403. Lihat pula, Tafsir Ath-Thabari,  15\/229-230, Tafsir   Al-Baghawi. 4\/373, Fathul Qadir, 2\/695 dan Tafsir  Al-Qasimi, 9\/63]<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>di ayat lain Allah Swt. berfirman :<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>Mohonlah  ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha  Pengampun,  niscaya  Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan   membanyakkan  harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun   dan  mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai\u201d. [QS. Nuh : 10-12]<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>lalu bagaimana jika setelah beristighfar Allah belum juga mendatangkan rizki untuk kita?<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>bersabarlah  kawan Allah pasti menepati janji-Nya. tunggulah! karena Allah yang  paling tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan permohonan kita.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;&#8230;niscaya  Dia akan   memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai  kepada   waktu yang telah ditentukan&#8230;&#8221; (QS. Hud : 3)<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<p><em>wallahu&#8217;alam bisshowab<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Islamedia.web.id &#8211; Pada sebuah kios tukang cukur terjadilah dialog yang cukup menarik antara tukang cukur dengan pelanggannya. Melihat pelanggannya yang diam saja, si tukang cukurpun membuka obrolan. &#8220;Pak, apakah bapak percaya, kalo di dunia ini <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/tukang-cukur-dan-pelanggannya\/\" title=\"Tukang Cukur dan Pelanggannya\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,16,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1265","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-artikel","7":"category-renungan","8":"category-uncategorized"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1265"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1265\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.insanpermata.sch.id\/utama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}