ASYIKNYA OUTBOND BARENG-BARENG

Alhamdulillah hari Kamis tanggal 21 April 2011 seluruh kelas satu mengikuti studi visual yang kedua  di semester 2 ini. Kali ini kelas 1 tidak memasak, tidak mengadakan pasar, tidak renang, dan tidak berkunjung ke suatu tempat seperti studi visual yang kemarin. Tapi studi visual kali ini, tidak kalah seru dengan studi visual yang dulu-dulu. Kali ini kelas 1 mengadakan outbond di lapangan Tunggul Wulung. Tempatnya luas, bersih, dan yang paling enak adalah tempatnya nyaman sekali. Di sana ada tempat berteduh sehingga kalau ananda capek bisa istirahat, selain itu disana ada kamar mandi, dan juga lapangan yang bisa dibuat untuk merayap.

Sebelum hari pelaksanaan kegiatan Ustadzah Nora dan Ustadzah Diana Survey tempat sekalian minta izin kepada lurah Tunggul Wulung di kantor kelurahan. Alhamdulillah dari pihak kelurahan mengizinkan dengan catatan membuat surat permohonan. Ustadz Anam bertugas belanja perlengkapan ke Pasar Besar. Subhanallah rajinnya…  ustadz kita yang satu ini, malam-malam beliau rela memasang tempat untuk merayap di lapangan dengan dibantu Ustadz Izzudin (guru kelas 2).

Pukul 07.00 ananda baris di depan kelas seperti biasa, dilanjutkan dengan doa dan shalat dhuha berjamaah di kelas masing-masing. Ananda sudah tidak sabar berangkat menuju tempat outbond. Pukul 07.45 siswa dengan semangat berbaris disamping masjid. Pukul 08.00 setelah pembagian kelompok siswa berangkat ke tempat outbond dengan berjalan kaki. Waaah… sesuatu yang baru bagi mereka. Biasanya kemana-mana naik motor atau naik mobil tapi kali ini dengan berjalan kaki.

Dengan didampingi ustadz, ustadzah dan dipagari tali raffia ananda berjalan menyusuri jalan menuju tempat outbond. Di tengah-tengah perjalanan tepatnya di depan perumahan Permata, Ananda diberi kesempatan untuk minum dan istirahat. Pukul 08.30 alhamdulillah seluruh rombongan sudah sampai dengan selamat.

Outbond dimulai dengan pengarahan dari ketua pelaksana sekaligus korjen yaitu Ustdzah Nisa, dilanjutkan dendan game pertama yaitu membuat simpul pita. Semua game pada outbond kali ini dilakukan secara berkelompok. Setelah mendapat arahan dari ustadz Wawan, semua kelompok berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membuat simpul pita. Ternyata banyak yang tidak bisa membuat simpul pita, akibatnya ada yang menangis, ada yang bertengkar, dan ada yang saling menyalahkan. Setelah diberi pengertian dan bimbingan oleh guru-guru pendamping alhamdulillah semua kelompok berhasil membuat simpul pita.

Setelah game yang sulit, tiba saatnya game yang menyenangkan, yaitu memindahkan air dari gelas satu ke gelas yang lain. Tapi syaratnya gelasnya tidak boleh dipegang dengan tangan. Cara memindahkannya dengan tali, berarti kalau tidak kompak airnya bisa tumpah. Dan benar saja kelompok yang tidak suka bertengkat dan kompak berhasil memindahkan air dengan cepat. Semua game pemenangnya dicatat ustadz dan ustadzah. Game ini pemenangnya dicatat oleh ustadzah Nimas.

Game yang ke 3 adalah game yang menantang, semua kaki anggota kelompok diikat, kemudian dengan kaki terikat itu kelompok bertugas mencari kata-kata yang akhirnya membentuk kalimat yang sudah diberitahukan oleh ustadz dan ustadzah. jika ada satu anggota kelompok yang gerakannya tidak sama atau tidak diketahui anggota yang lain maka satu kelompok tersebut akan jatuh. Pada game ini ustadz dan utdzah melihat kekompakan, strategi yang dipakai, kerjasama, dan kegigihan ananda. Ada beberapa kelompok terutama dari kelompok akhwat yang menyerah sebelum kalimat terbentuk dengan sempurna, tapi ada juga kelompok yang tetap gigih mencari kata-kata.

Game terakhir adalah game yang paling seru dan paling menyenangkan, yaitu merayap. Ananda berebut untuk memperoleh giliran pertama. Akhirnya ananda yang paling khusuk diberi kesempatan duluan untuk merayap. Sebelum game ini ananda memperoleh es degan dari sekolah di sela-sela istirahat.

Setelah istirahat sejenak, tiba saatnya yang ditunggu-tunggu yaitu pembagian hadiah. kelompok yang paling banyak memenangkan pertandingan dalam game-game memperoleh duluan. kemudian kelompok yang paling gigih. paling semangat, paling tertib, bahkan kelompok yang paling heboh juga mendapat hadiah. Setelah semuanya mendapat hadiah tiba saatnya untuk bersiap-siap pulang. Karena semua siswa terlihat capek, pulangnya tidak berjalan kaki seperti waktu berangkat, tapi naik mobil yang sudah disiapkan.

Pukul 12.50 seluruh rombongan sudah sampai di sekolah kembali. Kegiatan dilanjutkan dengan ganti baju yang sudah dibawa dari rumah, makan siang kemudian shalat dzuhur berjamaah di kelas masing-masing. Karena waktu pulang sudah tiba LKS studi visual dikerjakan di rumah masing-masing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*