45 Persen Jajanan Anak Sekolah Berbahaya

Orang tua dan guru sebaiknya mengawasi jajanan anak-anak mereka karena Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan hampir separuh makanan yang beredar ternyata berbahaya karena mengandung bahan terlarang.

“Dari 2.984 sampel yang kami uji, 45 persen di antaranya tidak memenuhi ketentuan,” kata Kepala Badan POM Kustantinah pada Rakornas Badan POM di Solo.

Beberapa bahan berbahaya terdilarang yang ditemukan pada jajanan anak sekolah adalah formalin, borax, pewarna Rhodamin B dan pewarna methanil yellow.

Selain itu juga ditemukan makanan yang mengandung benzoat berlebihan, sakarin berlebihan, siklamat serta ada yang tidak memenuhi uji cemaran mikroba karena mengandung coliform dan E.coli.

Badan POM mengoperasikan mobil laboratorium keliling di 13 provinsi untuk mengawasi jajanan anak-anak sekolah tersebut.

“Kami melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk ke pasar dan sekolah, dan mengambil sampel untuk melakukan tes cepat ditempat,” ujar Kustantinah.

Kerjasama juga dilakukan dengan Kementerian Pendidikan untuk pembinaan dari segala arah.

Fokus pengawasan diberikan pada jajanan anak karena data Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan BPOM menunjukkan setiap tahun selalu terjadi keracunan di sekolah dengan anak SD menjadi kelompok yang paling sering mengalami keracunan.

Berdasarkan dari hasil penelitian BPOM menunjukkan enam jenis jajanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Keenam jajan itu berupa sirup, saus, kerupuk, bakso, dan mi. Kandungan berbahaya itu di antaranya kerupuk gendar yang mengandung rhodamin B, saus yang mengandung methanil yellow, bakso mengandung boraks, dan mie yang mengandung formalin.

β€œBahan-bahan kimia itu membahayakan anak-anak karena jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, zat berbahaya itu tidak bisa dikeluarkan melalui urine dan keringat melainkan akan mengendap di hati. Ini bisa menyebabkan kanker,” ujar Kustantinah.

Untuk mengantispasi hal tersebut, perlus sekali agar orang tua mengetahui ciri-ciri jajanan berbahaya tersebut, yaitu:

Ciri-ciri mi basah berformalin :
1. Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar 25 derajat celcius dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es 10 derajat celcius
2. Tidak lengket dan mi lebih mengilat dibanding mi normal
3. Bau agak menyengat bau formalin

Ciri-ciri bakso berformalin :
1. Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar 25 derajat celcius
2. Tekstur sangat kenyal
3. Bau agak menyengat.

Ciri-ciri mi basah mengandung boraks :
1. Tekstur sangat kenyal
2.Penampilan mengkilat,tidak lengket dan tidak cepat putus

Ciri-ciri bakso mengandung boraks :

1.Tekstur sangat kenyal
2.Pada bakso daging, warnanya tidak kecoklatan namun lebih cenderung keputihan.

Ciri jajanan lain mengandung boraks :
1. Tekstur sangat kenyal
2. Berasa tajam, rasa sangat gurih membuat lidah bergetar
3. Terasa getir

Ciri-ciri Kerupuk mengandung boraks :
1. Tekstur sangat renyah
2. Rasanya getir

Ciri-ciri jajanan yang mengandung rhodamin B :
1. Warna merah mencolok dan cenderung berpendar
2. Banyak memberikan titik-titik warna tidak homogen, seperti pada kerupuk dan es putar

Ciri-ciri jajanan atau makanan yang mengandung methanil yellow:
1. Warna kuning mencolok dan terpendar
2. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen, seperti pada kerupuk.

Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut, sekali lagi diharapkan para orang tua lebih cermat mengawasi dan waspada terhadap jajanan yang di konsumsi anak-anak, agar kesehatan mereka tetap terjaga. Karena merekalah generasi penerus bangsa!.

(sumber : ANTARA News dan dunianyaanakkita.blogspot.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*